
Ilmu Quantum dicari sudah,
Jelajah dunia, menjangkau langit,
Ramai cendikiawan menyaring fakta,
Hanya hipotesa kalkulasi matematika,
Teori terbukti setelah berdekat,
Masih banyak yang belum pasti.
Beribu tahun umat muncul sudah,
Ramai cendikiawan masyhur sudah,
Beratus hadiah Nobel diterima sudah,
Hampirnya Qiamat di momokkan sudah,
Kapan kehidupan bermula belum terjawab,
Berdebatan ilmunya belum berakhir,
Masih teori, masih hipotesa,
Sampai kapan akan begini?
Tibalah waktu teologi berperanan,
Dalam pemahaman Quantum fizika,
Antara kepercayaan, Antara fizika Quanta,
Dalam sistem didik samar sombong,
Sukar dicari fakta kepercayaan,
Sukar disemat kepercayaan Quanta.
Persoalan demi persoalan bersorak,
Dalam hening kesunyian malam,
Igauan mimpi berwatak pahlawan,
Merenung jauh mencari jawaban.
Banyak bicara muncul terbayang,
Teori Quantum tak dapat terungkai,
Benak Einstein terus bergelora,
Tersemadilah Dia tanpa jawapan.
Mencari hingga larut malam,
Kitab ditangan erat digenggam,
Dalam mimpi ia mengapai,
Mungkinkah jawaban di dalam mimpi,
Ataukah di kitab yang erat digenggam?
About the Creator
Roni Risay
I write about the secret beyond matter, blending elements of theology and quantum physics and insights into profound questions, such as the origins of life, the existence of God, & the enigma behind the precise date of the end of the world.



Comments
There are no comments for this story
Be the first to respond and start the conversation.